
Peningkatan sampah setiap tahunnya menjadi salah satu permasalahan global yang dirasakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Termasuk di dalamnya terdapat sampah organik yang berasal dari rumah tangga maupun industri. Peningkatan tersebut menjadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengalami overload. Sisa sayuran, kulit buah, dan makanan yang menumpuk tersebut selain menyebabkan pencemaran bau dan visual, juga dapat menghasilkan gas metana. Gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap terjadinya pemasanan global. Oleh karena itu, diperlukan green innovation untuk mengelola sampah organik ini.
Salah satu inovasi ramah lingkungan yang kini sedang popular adalah pembuatan eco enzyme. Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah sayuran atau buah dengan penambahan gula merah sebagai molase dan air. Eco enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Beliau mendedikasikan dirinya selama 30 tahun untuk menciptakan cairan multifungsi yang dapat membantu mengolah sampah organik sekaligus memberikan banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari.
Eco enzyme sederhana dapat dibuat sendiri di rumah menggunakan limbah dapur. Jumlah bahan dan cara pembuatan dapat menggunakan rasio perbandingan 1 : 3 : 10 (1 gula : 3 limbah organik : 10 air) sebagai berikut:
Bahan:
- 300 gram limbah organik (seperti kulit buah dan sayuran segar, hindari limbah hewani atau yang mengandung protein);
- 100 gram gula merah, gula aren atau molase;
- 1 liter air bersih; dan
- Wadah plastik bertutup (hindari wadah kaca karena dapat pecah akibat gas fermentasi).
Cara Pembuatan:
- Masukkan gula ke dalam wadah plastik, lalu tambahkan limbah organik yang sudah dipotong kecil-kecil;
- Tuangkan air bersih ke dalam wadah;
- Aduk seluruh bahan hingga rata lalu tutup wadah dengan rapat (wadah jangan diisi penuh agar ada ruang untuk gas hasil fermentasi);
- Lakukan fermentasi selama 3 bulan dengan menyimpan wadah di tempat yang sejuk, teduh, dan tidak terkena sinar matahari langsung;
- Pada satu minggu pertama, buka tutup wadah setiap hari untuk mengeluarkan gas dan selanjutnya cukup seminggu sekali;
- Setelah 3 bulan, saring cairan hasil fermentasi dan pindahkan ke botol bersih yang tertutup;
- Eco enzyme dapat digunakan dan ampas sisa fermentasi dapat digunakan sebagai pupuk kompos atau starter untuk batch selanjutnya.
Selama proses fermentasi berlangsung, mikroorganisme alami (seperti bakteri asam laktat dan ragi) yang terdapat pada kulit buah dan udara akan memecah karbohidrat dari gula dan sampah organik. Proses pemecahan ini menghasilkan berbagai senyawa biokimia penting, di antaranya adalah asam asetat (asam cuka), alkohol organik, dan berbagai jenis enzim. Enzim-enzim inilah yang bertindak sebagai biokatalis, yaitu senyawa yang mempercepat reaksi pemecahan kotoran, minyak, dan bakteri patogen.
Keberhasilan dalam pembuatan eco enzyme ditandai dengan warna cairan cokelat kemerahan, memiliki aroma asam yang khas seperti cuka buah, tidak berbau busuk atau menyengat, dan terkadang terdapat lapisan jamur pada permukaan berwarna putih. Apabila jamur berwarna hijau atau hitam dapat ditangani dengan menambahkan gula ke dalam wadah sesuai takaran semula.
Dengan sifat eco enzyme yang serbaguna (multipurpose), berikut beberapa manfaat dari cairan tersebut:
- Cairan pembersih serbaguna (mengepel lantai, menyikat kamar mandi, membersihkan kaca jendela, hingga membersihkan kerak pada kompor dapur) karena sifat asamnya dapat memecah molekul lemak dan kotoran membandel;
- Cairan pencuci piring dan pakaian alami;
- Pembasmi hama dan insektisida alami. Aroma khas fermentasi sangat tidak disukai oleh serangga dan dapat mengusir kutu daun, ulat, serta hama tanaman lainnya tanpa meracuni sayuran atau buah yang ditanam;
- Pupuk cair organik dan penyubur tanah;
- Penjernih udara dan penghilang bau. Ion negatif yang dilepaskan oleh cairan eco enzyme mampu mengikat partikel debu dan menetralisir molekul penyebab bau di udara;
- Perawatan hewan peliharaan.
Sumber:

Tinggalkan komentar