
Pernahkah Sobat iHESS memperhatikan bahwa safety sign di tempat kerja memiliki warna yang berbeda-beda?
Ada yang berwarna merah, kuning, biru, hingga hijau. Perbedaan tersebut bukan sekadar pilihan desain atau estetika. Warna, bentuk, dan simbol pada safety sign digunakan sebagai bagian dari sistem komunikasi visual untuk membantu seseorang memahami informasi keselamatan dengan cepat.
Bayangkan seseorang memasuki area kerja yang belum familiar. Ia mungkin belum mengetahui seluruh prosedur atau kondisi di area tersebut. Namun, ketika melihat simbol tertentu dengan warna yang konsisten, ia dapat memperoleh petunjuk awal mengenai bahaya, larangan, kewajiban, atau fasilitas keselamatan yang ada di sekitarnya.
ISO 7010 merupakan standar internasional yang menetapkan safety signs untuk berbagai kebutuhan, termasuk pencegahan kecelakaan, proteksi kebakaran, informasi bahaya kesehatan, dan evakuasi darurat. Standar tersebut juga mengacu pada prinsip warna dan bentuk dari seri ISO 3864.
Mengapa Safety Sign Menggunakan Warna?
Warna dapat berfungsi sebagai visual cue yang membantu seseorang mengenali jenis pesan sebelum membaca teks atau memahami detail simbol.
Health and Safety Executive (HSE), misalnya, mengaitkan warna merah dengan larangan dan alarm bahaya, kuning/amber dengan peringatan, biru dengan tindakan wajib, dan hijau dengan jalur keluar darurat serta fasilitas pertolongan pertama.
Dengan sistem yang konsisten, informasi keselamatan dapat lebih mudah dikenali, terutama pada lingkungan kerja yang membutuhkan respons cepat.
Namun, penting untuk diingat bahwa warna tidak boleh dipahami secara terpisah dari bentuk dan simbolnya.
Dalam sistem ISO 7010, kombinasi warna, bentuk, dan simbol digunakan untuk membedakan kategori pesan keselamatan.
🔴 1. Merah: Larangan dan Peralatan Pemadam Kebakaran
Merah merupakan salah satu warna yang paling mudah diasosiasikan dengan kondisi yang membutuhkan perhatian segera.
Pada safety sign, merah dapat digunakan untuk menunjukkan larangan maupun mengidentifikasi peralatan pemadam kebakaran.
Contoh:
- Dilarang merokok
- Dilarang masuk
- Emergency stop
- APAR
- Fire alarm
- Fire hose reel
Dalam sistem ISO 7010, rambu larangan umumnya menggunakan bentuk lingkaran dengan garis diagonal, sedangkan rambu untuk mengidentifikasi peralatan pemadam kebakaran menggunakan bentuk persegi atau persegi panjang berwarna merah.
Jadi, ketika melihat warna merah pada safety sign, jangan langsung menganggap semuanya berarti “bahaya”. Bentuk dan simbol tetap perlu diperhatikan untuk mengetahui pesan spesifiknya.
🟡 2. Kuning: Peringatan terhadap Bahaya
Warna kuning digunakan untuk memberikan warning atau peringatan terhadap adanya bahaya.
Contoh:
- Bahaya listrik
- Permukaan panas
- Lantai licin
- Bahaya jatuh
- Material atau kondisi berbahaya tertentu
Rambu peringatan umumnya menggunakan bentuk segitiga dengan simbol yang menunjukkan jenis bahaya yang perlu diperhatikan. HSE juga menjelaskan bahwa tanda peringatan menggunakan bentuk segitiga dengan latar belakang kuning.
Sederhananya:
Kuning = berhati-hati dan perhatikan potensi bahaya di area tersebut.
🔵 3. Biru: Tindakan yang Wajib Dilakukan
Berbeda dengan warna kuning yang memberikan peringatan, biru digunakan untuk menunjukkan mandatory action atau tindakan tertentu yang harus dilakukan.
Contoh:
- Wajib menggunakan helm keselamatan
- Wajib menggunakan pelindung mata
- Wajib menggunakan pelindung pendengaran
- Wajib menggunakan sarung tangan
- Wajib menggunakan safety shoes
Rambu mandatory umumnya berbentuk lingkaran dengan simbol putih pada latar belakang biru.
Artinya, ketika seseorang melihat rambu biru dengan simbol APD tertentu, pesan yang disampaikan bukan sekadar “APD ini tersedia”, tetapi APD tersebut harus digunakan sesuai ketentuan yang berlaku di area tersebut.
🟢 4. Hijau: Kondisi Aman dan Fasilitas Keselamatan
Hijau umumnya digunakan untuk menunjukkan safe condition atau informasi mengenai fasilitas keselamatan.
Contoh:
- Emergency exit
- Jalur evakuasi
- Assembly point
- First aid
- Emergency shower atau fasilitas keselamatan tertentu
Dalam sistem ISO 7010, rambu kondisi aman menggunakan bentuk persegi atau persegi panjang berwarna hijau.
Berbeda dengan warna kuning yang menunjukkan adanya bahaya, hijau membantu menunjukkan arah atau lokasi yang berkaitan dengan keselamatan.
Bukan Hanya Warna: Bentuk Juga Memiliki Arti
Salah satu hal menarik dari safety sign adalah bahwa warna dan bentuk bekerja bersama untuk menyampaikan pesan.
Secara umum:
| Warna | Bentuk umum | Pesan |
| 🔴 Merah | Lingkaran / persegi | Larangan atau peralatan pemadam kebakaran |
| 🟡 Kuning | Segitiga | Peringatan bahaya |
| 🔵 Biru | Lingkaran | Tindakan wajib |
| 🟢 Hijau | Persegi/persegi panjang | Kondisi aman/fasilitas keselamatan |
Sistem ini membantu membuat safety sign lebih mudah dikenali dan dipahami. ISO menjelaskan bahwa ISO 7010 menetapkan safety signs berdasarkan kombinasi bentuk dan warna tersebut untuk berbagai kebutuhan keselamatan.
Mengapa Tidak Cukup Mengandalkan Tulisan?
Safety sign tidak dibuat hanya untuk orang yang sudah memahami seluruh istilah K3.
Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin hanya memiliki waktu singkat untuk memahami informasi. Penggunaan simbol dan warna dapat membantu menyampaikan pesan secara lebih cepat dibandingkan jika informasi hanya disampaikan melalui teks panjang.
ISO juga menjelaskan bahwa simbol grafis dapat menjadi lebih mudah terlihat dan lebih mudah dipahami dibandingkan pesan yang hanya berupa tulisan, terutama ketika digunakan secara tepat.
Hal ini menjadi semakin relevan di tempat kerja yang melibatkan:
- pekerja baru;
- kontraktor;
- visitor;
- pekerja dengan latar belakang bahasa berbeda;
- area dengan tingkat kebisingan tinggi; atau
- kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.
Namun, safety sign tetap bukan pengganti pengendalian bahaya.
Rambu berfungsi sebagai salah satu media komunikasi dan informasi keselamatan. Pengendalian risiko tetap perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan bahaya dan risiko pekerjaan.
Jangan Hanya Memasang, Pastikan Safety Sign Efektif
Memiliki banyak safety sign tidak otomatis berarti komunikasi keselamatan sudah efektif.
Safety sign perlu diperhatikan dari sisi:
1. Visibility
Apakah rambu dapat terlihat dari jarak yang sesuai?
2. Readability
Apakah simbol dan informasi dapat dipahami dengan mudah?
3. Location
Apakah rambu ditempatkan di lokasi yang tepat dan tidak terhalang?
4. Consistency
Apakah penggunaan warna, simbol, dan bentuk konsisten dengan standar yang digunakan?
5. Condition
Apakah rambu masih dalam kondisi baik, tidak pudar, rusak, atau tertutup?
HSE juga menekankan bahwa signboard perlu cukup besar dan jelas sehingga mudah dilihat dan dipahami.
Safety Sign adalah Bahasa Visual Keselamatan
Safety sign mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik warna dan simbol yang digunakan terdapat sistem komunikasi yang dirancang untuk membantu manusia mengenali informasi keselamatan dengan lebih cepat.
Merah mengingatkan kita pada larangan atau fasilitas pemadam kebakaran.
Kuning mengingatkan adanya bahaya yang perlu diwaspadai.
Biru menunjukkan tindakan yang wajib dilakukan.
Hijau membantu menunjukkan kondisi aman atau fasilitas keselamatan.
Tetapi jangan berhenti pada warnanya.
Perhatikan juga bentuk dan simbolnya.
Karena safety sign yang efektif bukan hanya yang terlihat jelas, tetapi yang pesannya dapat dipahami dan mendorong tindakan yang tepat.
Kenali warnanya. Pahami simbolnya. Ikuti pesannya.
Referensi:
- International Organization for Standardization (ISO) — ISO 7010:2019, Graphical symbols — Safety colours and safety signs — Registered safety signs. Standar utama untuk klasifikasi safety sign, termasuk pencegahan kecelakaan, proteksi kebakaran, bahaya kesehatan, dan evakuasi.
ISO 7010:2019 — Official ISO
- Health and Safety Executive (HSE) — Safety Signs and Signals. Menjelaskan penggunaan warna merah, kuning/amber, biru, dan hijau serta bentuk rambu yang terkait.
HSE — Safety Signs - ANSI — ANSI Z535.1:2022, Standard for Safety Colors. Menjelaskan fungsi standardisasi safety colors untuk membantu pesan atau simbol keselamatan dikenali secara cepat dan konsisten.
ANSI — Z535.1:2022 Safety Colors

Tinggalkan komentar