Your Health, Safety, and Environmental Solutions Tailored for You

2–3 menit

to read

Bahaya Cemaran Mikroplastik!

Penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi hal yang tidak asing bagi kehidupan kita. Plastik sendiri terbuat dari bahan polimer sintesis yang umumnya terbuat dari petrokimia. Terdapat berbagai jenis plastik dengan karakteristik berbeda seperti PE, PET, dan PVC yang digunakan untuk kebutuhan industri dan rumah tangga sesuai dengan fungsinya masing-masing. Seiring dengan peningkatan penggunaan plastik, berdampak pula pada peningkatan volume sampah plastik.

Pengelolaan sampah yang kurang optimal juga menjadi faktor adanya penumpukan sampah plastik. Banyaknya sampah plastik yang tidak terolah atau digunakan kembali menyebabkan sampah tersebut terbengkalai dan terkena paparan lingkungan seperti UV, panas, oksidasi, dan abrasi. Paparan tersebut menyebabkan plastik mengalami fragmentasi menjadi bagian-bagian yang semakin kecil. Proses tersebut pada akhirnya menghasilkan partikel plastik berukuran mikro atau biasa dikenal sebagai mikroplastik.

Mikroplastik merupakan partikel atau potongan plastik dengan ukuran sangat kecil kurang dari 5 milimeter. Dengan ukuran sekecil itu, mikroplastik tersebar di berbagai tempat, mulai dari perairan laut, sungai, sedimen, hingga terumbu karang. Ilmuwan global juga telah menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan dalam darah, plasenta, paru-paru, dan jaringan tubuh manusia lainnya. Temuan tersebut menjadi bukti bahwa paparan mikroplastik telah menjadi ancaman untuk aspek kehidupan manusia.

Mikroplastik sendiri dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu:

  • Mikroplastik primer yaitu partikel plastik kecil yang sengaja diproduksi dan digunakan dalam berbagai produk rumah tangga. Contohnya adalah microbeads untuk sabun cuci muka, pakaian berbahan polyester, dan produk rumah tangga yang menggunakan butiran plastik kecil untuk membantu proses pembersihan.
  • Mikroplastik sekunder yaitu partikel plastik kecil yang terbentuk akibat proses degradasi dari benda-benda plastik besar karena berbagai faktor. Contohnya adalah botol plastik atau kemasan makanan yang dibuang sembarangan mengalami proses fotodegradasi (terpecah akibat sinar matahari) terutama di tempat terbuka lalu terurai menjadi mikroplastik.

Penyebaran mikroplastik memiliki berbagai dampak negatif. Mikroplastik pada tanah dapat mengganggu produktivitas lahan pertanian. Pada rantai makanan diawali dari mikroplastik yang dikonsumsi oleh plankton, ikan kecil, hingga ikan besar, kemudian berpindah ke tubuh manusia melalui konsumsi makanan laut. Hal tersebut yang dinamakan bioakumulasi. Selain itu, air baku untuk konsumsi manusia juga sering kali mengandung mikroplastik. Mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat terakumulasi di berbagai organ.

Penelitian telah menemukan mikroplastik dalam darah manusia, dengan konsentrasi berkisar antara 1,84 hingga 4,65 μg/mL. Studi menunjukkan bahwa sekitar 70-80% manusia memiliki mikroplastik dalam darah. Ketika mikroplastik masuk ke dalam tubuh, partikel-partikel ini dapat menyebabkan peradangan, kerusakan sel, dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mikroplastik dapat membawa bahan kimia berbahaya yang mampu mengganggu sistem endokrin, yang dapat memicu masalah kesehatan jangka panjang seperti gangguan hormon dan penyakit kronis.

Sumber:

  1. Proses Terbentuknya Mikroplastik Dan Dampaknya – Plasticsmartcities
  2. Mikroplastik: Pengertian, Bahaya, dan Solusinya – Almathba’ah Publisher
  3. 1746801606617-1mikroplastikx.pdf

Tinggalkan komentar

Reliable, Trusted, and Professional Handyperson Services in New Jersey

Address

123 Main Street

Anytown, NJ

07001 United States

Call us

Book via Phone Call

(555) 123-4567

Opening hours

Monday To Friday

09:00 To 6:00 PM

Follow us!