
Dalam pengelolaan risiko, mengetahui potensi bahaya saja tidaklah cukup. Organisasi juga perlu memahami bagaimana suatu insiden dapat terjadi, pengendalian apa yang harus disiapkan, serta langkah yang diperlukan untuk mengurangi dampaknya. Salah satu metode yang efektif untuk menggambarkan hal tersebut adalah Bow Tie Analysis.
Bow Tie Analysis (BTA) merupakan sebuah teknik yang merujuk pada suatu diagram berbentuk menyerupai dasi kupu-kupu, diagram ini menggambarkan risiko yang akan dihadap secara sederhana. Sisi kiri diagram mengambarkan manajemen risiko yang bersifat proaktif, sedangkan sisi kanan diagram menggambarkan manajemen risiko yang bersifat protektif.
Bow Tie Analysis merupakan metode visual yang menghubungkan sumber bahaya (hazard), penyebab (threats), kejadian utama yang tidak diinginkan (top event), konsekuensi, serta berbagai pengendalian yang diterapkan. Dinamakan “bow tie” karena bentuk diagramnya menyerupai dasi kupu-kupu.
Pada sisi kiri diagram terdapat berbagai ancaman yang berpotensi memicu terjadinya insiden. Di antara ancaman dan top event ditempatkan pengendalian pencegahan (preventive controls) yang bertujuan mencegah ancaman berkembang menjadi insiden. Apabila top event tetap terjadi, sisi kanan diagram menunjukkan pengendalian mitigasi (mitigation controls) yang berfungsi mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Sebagai contoh, pada risiko kebocoran minyak, ancaman dapat berupa korosi pipa, kesalahan operasi, atau pengisian berlebih. Pengendalian pencegahan yang dapat diterapkan antara lain inspeksi berkala, pelatihan personel, dan pemasangan alarm level. Jika kebocoran tetap terjadi, pengendalian mitigasi seperti penggunaan oil boom, aktivasi tim tanggap darurat, dan pelaksanaan Oil Spill Contingency Plan (OSCP) menjadi kunci untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan, operasional, maupun reputasi perusahaan. Detail lebih lengkap dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Dengan menyajikan hubungan antara penyebab, pengendalian, dan konsekuensi secara jelas, Bow Tie Analysis membantu organisasi mengevaluasi efektivitas lapisan perlindungan yang dimiliki. Pendekatan ini juga memudahkan komunikasi risiko kepada seluruh tingkat organisasi sehingga budaya keselamatan dan kesiapsiagaan dapat terus ditingkatkan.
Penerapan Bow Tie Analysis secara konsisten akan membantu perusahaan memastikan bahwa setiap risiko telah dikelola secara sistematis, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan dampaknya.
Sumber:

Tinggalkan komentar