
Memasuki suatu bangunan atau area kerja berarti siap menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin tidak selalu terlihat. Oleh karena itu, sebelum pekerjaan dimulai, Safety Induction ini menjadi langkah awal untuk memastikan setiap individu memahami lingkungan kerja, potensi bahaya, serta tindakan keselamatan yang harus dilakukan demi melindungi diri sendiri dan orang lain.
Safety Induction adalah program pelatihan singkat dan komprehensif yang dirancang untuk memperkenalkan individu baru (atau yang kembali setelah lama cuti) pada risiko, aturan, dan prosedur K3 spesifik di tempat kerja. Bertujuan untuk memastikan setiap orang yang akan memasukin area kerja memahami risiko K3 dan cara pengendaliannya, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan aman, selamat, dan sesuai peraturan.
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970, tujuan Safety Induction adalah untuk:
- Memberikan penjelasan tentang syarat-syarat keselamatan kerja di tempat kerja;
- Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja;
- Melindungi tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja; dan
- Menjamin kepatuhan terhadap peraturan dan petunjuk keselamatan kerja.
Isi dan materi Safety Induction:
- Informasi umum tempat kerja
Terkait gambaran umum area atau bangunan kerja dan jenis serta kegiatan pekerjaan yang dilakukan.
- Identifikasi bahaya dan area terbatas
Visualisasi zona merah, area kerja tinggi, zona alat berta, serta lokasi darurat (assembly point).
- Potensi bahaya di area kerja
Dijelaskan dengan contoh kecelakaan yang mungkin terjadi
- Aturan dan tata tertib keselamatan kerja
Larangan dan kewajiban di area kerja, perilaku aman (safe behaviour), mematuhi rambu dan instruksi keselamatan.
- Penggunaan APD dan prosedur evakuasi
Simulasi pemakaian helm, sepatu safety, body harness, hingga pelatihan evakuasi saat kebakaran wajib disampaikan dengan praktik langsung.
- Pelaporan insiden dan near miss
Kewajiban melaporkan setiap potensi bahaya dan kondisi tidak aman agar perusahaan dapat melakukan perbaikan preventif.
Untuk memastikan Safety Induction berjalan dengan baik, berikut beberapa yang bisa diterapkan:
- Gunakan materi yang relevan: Dapat menggunakan video edukatif berdurasi 10-15 menit terkait risiko dan cara penanggulangannya.
- Libatkan karyawan secara aktif: Pendekatan interaktif seperti tanya jawab, demonstrasi, atau simulasi agar peserta lebih terlibat dan memahami materi dengan baik.
- Evaluasi dan uji pemahaman: Evaluasi dilakukan untuk memastikan peserta memahami informasi yang diberikan, bisa berupa kuis singkat atau simulasi situasi darurat.
- Perbarui secara berkala: Materi perlu diperbarui mengikuti perubahan regulasi, prosedur perusahaan, atau teknologi yang diadopsi.
Safety Induction menjadi tahapan penting sebelum memasuki bangunan atau area kerja untuk memastikan setiap individu memahami risiko yang ada, ketentuan keselamatan yang berlaku, serta tindakan pengendalian dan tanggap darurat yang harus dilakukan, sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan peraturan keselamatan kerja.
Sumber:

Tinggalkan komentar